Search

NATHDEAMS

A Rhythm Through The Word

I’m Not Sorry

Walking around the city thinking about the day when you’re still with me

Nothing left inside..no.. no regret just a lil bit of compunction

So many things in my head every time I took a deep breath

Counting 1 to 10 but you seems ignore me at the end

We are never find the answer to fix all the mess together

I know you know I’m the one who blame for all this madness

You were there, laid down waiting on someone’s bed

Making you a hot chocolate leaving some chips on the plate

You were there proudly smile with that fancy lips.

Saw you in the story jumping on that motorcycle no surprise maybe it’s a miracle

Never thought you will be that numb I should giving you my 2 thumb

My brain refused to make another illusion. I’m not sorry. I’m not sorry

Got blocked on my Instagram thank God it’s not my Telegram

Don’t said that L word if love me made you be so hard

by. nathdeam

DIA III

Tetesan hangat jatuh membasahi wajah manisnya

Haruskah segala penantian ini berakhir

Ketika kebodohan dan keegoisan melebur

Kata sesal tak lagi bisa mengobatinya

Kini dia terjebak dalam sumur kekecewaan

Mengapa….mengapa dia tak mencoba keluar?

Segala tanya terjawab dengan sentuhan hati

Aku berdiri pada cermin dan melihat pantulan bedebah

Membelakangi pancaran sinar bulan

Berlari tanpa tujuan

 

by. nathdeam

DIA II

Meniti ribuan menit berdua.

Aku mulai berharap, dia merasakan hal yang sama.

Tawa canda menghiasi kala ku bersamanya.

Ratusan menit terdiam kala dia membisu.

Tak pelak sering kali ku merenung.

Dia tetap menjadi peri dalam hatiku.

Dan kala semua menjadi nyata.

Ku berharap kebahagiaan itu bukan sementara.

 

nathdeam

DIA

Kala itu dia datang memberikan tirta pada hati yang mengering.

Kedua mata bertemu menyambut hati yang beku.

Ku terdiam tak ingin lagi memulai.

Suara-suara samar menghujani telingaku.

Hingga akhirnya ku tahu aku menginginkannya.

Mata ini tak pernah lepas darinya.

Perlahan gemuruh dalam dada menghempaskanku dalam khayal.

Namun ku tahu dia tak nyata untukku.

Aku takut. Aku bimbang. Aku hanyalah pecundang.

 

nathdeam

 

BAYANG

Tak pernah ku berpikir akan berpisah

Tidak. Kita tidak berpisah hanya berjauhan

Aku pun tidak peduli dengan semua yang telah terucap dan terjadi

Aku hanya berpikir untuk menjalani kehidupan sendiri

Melupakan kenangan itu dan tak lagi berdekatan

Ini bukan curahan cinta namun riwayat kemunafikan

Kini ku coba untuk melepaskan bayang itu

Bayang yang terus mengikuti ku

Bayang para hipokrit yang selalu menghantui ku

Bayang yang semakin ku sadari

Dahulu hingga kini tersenyum iri dibalik bahu ku

by. nathdeam

KSATRIA TANPA KUDA

Cerita Pendek Malam
illusion.scene360.com

Tanpa terasa hari sudah mulai malam, kilau langit biru berubah menjadi jingga meredup mengubah kota menjadi gelap gulita. Untunglah masih ada sorotan lampu kota yang temaram. Aku menyusuri jalan raya yang mulai tampak sepi  dengan sepeda motor . Tak terasa waktu menunjukkan pukul 22.00 malam tampaknya sebentar lagi juga akan hujan. “Waduh nggak bawa jas ujan lagi” pikirku dalam hati. Aku pun memacu sepeda motorku melintasi butiran-butiran air yang mulai turun, kemudian terpana. Mataku tertuju pada sebuah mall yang ramai, banyak sekali orang yang mulai keluar dari tempat itu. Mungkin sebagian adalah orang yang bekerja di dalamnya, dan sebagian lagi adalah para pengunjung. Aku tertegun melihat wanita-wanita yang berjuang di bawah langit malam nan hujan untuk bekerja dan kembali pulang ke rumah bersama keluarganya. Aku tersenyum, kemudian memacu sepeda motorku menjadi lebih cepat lagi karena hujan sudah semakin deras. Musuh utama pengendara motor saat hujan adalah lampu merah. Aku menghentikan sepeda motorku tepat di belakang angkutan umum yang penuh sesak berisi karyawan kantor yang baru pulang dari kota. Karena detik lampu merah hampir 2 menit, aku pun memperhatikan lebih lama isi dari angkutan yang di dominasi oleh wanita dan ibu-ibu. Aku pun mulai tersenyum lebar dan merasakan sesuatu yang hangat jatuh di pipiku. Entahlah sesuatu seperti kilat menyambarku dan membuat aku tersenyum haru. Memoriku kembali ke 10 tahun yang lalu, dimana satu-satunya ksatria tanpa kuda yang aku miliki adalah salah satu penumpang wanita di dalam angkutan yang sesak itu. Di tengah hujan malam, berkilo-kilo meter berjalan seorang diri tanpa seorang pelindung untuk kembali ke rumah beristirahat dengan keluarga yang menantikannya pulang.  Untuk para ksatria tanpa kuda aku sungguh mengaggumi peluh dan air mata yang kalian rasakan. Keringat yang mengalir tanpa henti, berjuang melawan kerasnya kenyataan. Karena tidak sedikit yang lari dan mencari keagungan hidup dengan cara yang tak patut.

Dedicated to all single mother or single fighter, all woman, all man, who don’t have a privilege of life but have to stand up and carry the burden on their self with honorable.

by. nathdeam

DETIK

Saat menit telah habis detik akan mengganti

Detik tak hanya sosok  angka dan waktu

Namun detik adalah sebuah rongga

Rongga yang semakin lama membesar ketika kita lewati begitu saja

Ya.

Ketika detik menjadi menit dan menit menjadi jam dan jam menjadi hari

Masalah besar akan datang.

Apa yang kau lakukan? Apa yang kita lakukan?

Apa yang telah kalian perbuat kepada diri sendiri?

Apa yang telah kalian perbuat kepada makhluk lain?

Detik kini tidak lagi menjadi kasat

Membawa kita kepada masa depan tak ada bentang perubahan

Detik kini menjadi saksi mata akan manusia yang buruk rupa

 

 

by. nathdeam

 

 

RASA

Hilang dan kembali.

Bagai kabut mengganti embun pagi.

Entah apa itu rasa.

Menyentuh tiada gemuruh.

Menjauh hati mengeluh.

Rasa yang tak pergi namun menghilang.

 

by. Nathdeam

 

 

 

RUANG

Bersama dalam satu udara.

Satu nafas satu hasrat dan satu makna.

Namun berpisah dalam laku dan ucap.

Membentuk jurang tak berbukit.

Menyisakan celah tak bercahaya.

Menciptakan ruang dalam sembunyi.

Menunggu pagi hingga datang mentari.

 

by. nathdeam

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑