Search

NATHDEAMS

A Rhythm Through The Word

Month

September 2016

Opus Dei

Cerita Pendek Malam
illusion.scene360.com

Tanpa terasa hari sudah mulai malam, kilau langit biru berubah menjadi jingga meredup mengubah kota menjadi gelap gulita. Untunglah masih ada sorotan lampu kota yang temaram. Aku menyusuri jalan raya yang mulai tampak sepi  dengan sepeda motor . Tak terasa waktu menunjukkan pukul 22.00 malam tampaknya sebentar lagi juga akan hujan. Aku pun memacu sepeda motorku melintasi butiran-butiran air yang mulai turun, kemudian terpana. Mataku tertuju pada sebuah mall yang ramai, banyak sekali orang yang mulai keluar dari tempat itu. Mungkin sebagian adalah orang yang bekerja di dalamnya, dan sebagian lagi adalah para pengunjung. Aku tertegun melihat wanita-wanita yang berjuang di bawah langit malam nan hujan untuk bekerja dan kembali pulang ke rumah bersama keluarganya. Aku tersenyum, kemudian memacu sepeda motorku menjadi lebih cepat lagi karena hujan sudah semakin deras. Aku menghentikan sepeda motorku tepat di belakang angkutan umum yang penuh sesak berisi karyawan kantor yang baru pulang dari kota. Detik lampu merah hampir 2 menit, aku pun memperhatikan lebih lama isi dari angkutan yang di dominasi oleh wanita dan ibu-ibu. Aku pun mulai tersenyum lebar dan merasakan sesuatu yang hangat jatuh di pipiku. Entahlah, sesuatu seperti kilat menyambarku dan membuat aku tersenyum haru. Memoriku kembali ke 10 tahun yang lalu, dimana satu-satunya ksatria tanpa kuda yang aku miliki adalah salah satu penumpang wanita di dalam angkutan yang sesak itu. Di tengah hujan malam, berkilo-kilo meter berjalan seorang diri tanpa seorang pelindung untuk kembali ke rumah beristirahat dengan keluarga yang menantikannya pulang.  Untuk para ksatria tanpa kuda aku sungguh mengaggumi peluh dan air mata yang kalian rasakan. Keringat yang mengalir tanpa henti, berjuang melawan kerasnya kenyataan. Karena tidak sedikit yang lari dan mencari keagungan hidup dengan cara yang tak patut.

Dedicated to all single mother or single fighter, all woman, all man, who don’t have a privilege of life but have to stand up and carry the burden on their self with honorable.

by. nathdeam

Advertisements

DETIK

Saat menit telah habis detik akan mengganti

Detik tak hanya sosok  angka dan waktu

Namun detik adalah sebuah rongga

Rongga yang semakin lama membesar ketika kita lewati begitu saja

Ya.

Ketika detik menjadi menit dan menit menjadi jam dan jam menjadi hari

Masalah besar akan datang.

Apa yang kau lakukan? Apa yang kita lakukan?

Apa yang telah kalian perbuat kepada diri sendiri?

Apa yang telah kalian perbuat kepada makhluk lain?

Detik kini tidak lagi menjadi kasat

Membawa kita kepada masa depan tak ada bentang perubahan

Detik kini menjadi saksi mata akan manusia yang buruk rupa

 

 

by. nathdeam

 

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑