Search

NATHDEAMS

A Rhythm Through The Word

Month

May 2017

DIA III

Tetesan hangat jatuh membasahi wajah manisnya

Haruskah segala penantian ini berakhir

Ketika kebodohan dan keegoisan melebur

Kata sesal tak lagi bisa mengobatinya

Kini dia terjebak dalam sumur kekecewaan

Mengapa….mengapa dia tak mencoba keluar?

Segala tanya terjawab dengan sentuhan hati

Aku berdiri pada cermin dan melihat pantulan bedebah

Membelakangi pancaran sinar bulan

Berlari tanpa tujuan

 

by. nathdeam

Advertisements

DIA II

Meniti ribuan menit berdua.

Aku mulai berharap, dia merasakan hal yang sama.

Tawa canda menghiasi kala ku bersamanya.

Ratusan menit terdiam kala dia membisu.

Tak pelak sering kali ku merenung.

Dia tetap menjadi peri dalam hatiku.

Dan kala semua menjadi nyata.

Ku berharap kebahagiaan itu bukan sementara.

 

nathdeam

DIA

Kala itu dia datang memberikan tirta pada hati yang mengering.

Kedua mata bertemu menyambut hati yang beku.

Ku terdiam tak ingin lagi memulai.

Suara-suara samar menghujani telingaku.

Hingga akhirnya ku tahu aku menginginkannya.

Mata ini tak pernah lepas darinya.

Perlahan gemuruh dalam dada menghempaskanku dalam khayal.

Namun ku tahu dia tak nyata untukku.

Aku takut. Aku bimbang. Aku hanyalah pecundang.

 

nathdeam

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑