Wahai langit !
Tanyakan padanya,
Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini,
Begitu rapuh dan mudah terluka
Saat dihadapkan dengan
duri-duri cinta.
Begitu kuat dan kokoh,
Saat berselimut cinta dan asa

Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu didalam hati ini !?
Mengisi kekosongan, Di dalamnya menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih,
Menimbulkan segudang tanya, menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat, juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira.
Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa,
Menghimpit bayangan, tak berdaya melawan
gejolak yang menerpa.

Wahai ilalang!
Pernahkah kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini?
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku sebuah kata yang bisa meredam
gejolak hati ini,
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali

Desiran angin membuat berisik dirimu, seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku,
Aku tak tahu apa
maksudmu,
Hanya menduga, bisikan mu mengatakan ada seseorang dibalik bukit sana menunggumu dengan setia, Menghargai apa arti cinta.
Hati yang terjatuh dan terluka,
Merobek malam menoreh seribu duka,

Ku kepakan sayap-sayap patahku mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu disudut hati yang beku, Dia retak, hancur bagai serpihan cermin,
Berserakan sebelum hilang diterpa angin

Sambil terduduk lemah, ku coba kembali mengais sisa hati bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh, Ku gapai kepingan hati
Hanya bayangan yang kudapat
Ia menghilang saat matahari turun dari peraduannya

Tak sanggup ku kepakan kembali sayap ini,
Ia telah patah tertusuk duri-duri yang tajam,
Hanya bisa meratap, meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan…

sumber: http://cintakita.mywapblog.com/