Aku sadari selama ini
Kau adalah sinar magis di mataku
Kau adalah simphoni manis ditelingaku
Dan kau adalah sayap-sayap bagi jiwaku

Sejak pertemuan itu
Kau menjadi lebih berharga dari seorang teman
Lebih dekat dibandingkan saudara
Dan lebih dicintai dari seorang kekasih
Saat itu pula
Kau menjadi sebuah pikiran tertinggi
Mimpi yang terindah
Dan perasaan yang terdalam dijiwaku

Selama ini
Rasa cintaku padamu adalah satu-satunya hiburanku
Yang kala malam mendendangkan lagu kebahagiaan untukku,
Dan membangunkanku saat fajar
Tapi sekarang..
Kulihat kedua matamu yang dulu selalu tersenyum seperti bibir
Dan bergerak laksana sayap-sayap burung merpati
Kini muram, bermaskarakan kesedihan

Wajahmu yang dulu serupa teratai putih,
Kini seakan telah pudar
Bibir yang dulu laksana sekuntum bunga melati,
Kini bagai mawar yang ditinggal musim gugur ditangkainya
Perbedaan dalam dirimu pun semakin terlihat
Aku pun tak tahu apa yang harus aku lakukan

Haruskah kita menganggap cinta ini sebagai tamu asing,
Yang datang pada malam hari dan pergi meninggalkan kita esok pagi?

Apakah kita akan mengira perasaan ini adalah bunga mimpi,
Yang akan berlalu saat kita terbangun?

Apa yang akan kau lakukan?
Setelah sayap-sayap ini terpatahkan olehmu,
Ketika arti sebuah perasaan yang terdalam
Dan harga diri sebuah pengorbanan tanpa batas menjadi sia-sia

Aku hanya bisa tersenyum musam,
Dan menghela nafas dalam-dalam

Jika ini akhir dari segalanya, Ketahuilah…
Aku akan tetap dan selalu mencintaimu selamanya
Seperti seorang penyair yang mencintai pikiran-pikirannya yang selalu sedih
Dan aku akan selalu mengingatmu,
Seperti seorang Ibu yang tak bisa melupakan putranya yang mati saat dia masih kecil,
Dan sebelum ia melihat cahaya….

 

sumber: http://cintakita.mywapblog.com/