Search

NATHDEAMS

A Rhythm Through The Word

Opus Dei

Cerita Pendek Malam
illusion.scene360.com

Tanpa terasa hari sudah mulai malam, kilau langit biru berubah menjadi jingga meredup mengubah kota menjadi gelap gulita. Untunglah masih ada sorotan lampu kota yang temaram. Aku menyusuri jalan raya yang mulai tampak sepi  dengan sepeda motor . Tak terasa waktu menunjukkan pukul 22.00 malam tampaknya sebentar lagi juga akan hujan. Aku pun memacu sepeda motorku melintasi butiran-butiran air yang mulai turun, kemudian terpana. Mataku tertuju pada sebuah mall yang ramai, banyak sekali orang yang mulai keluar dari tempat itu. Mungkin sebagian adalah orang yang bekerja di dalamnya, dan sebagian lagi adalah para pengunjung. Aku tertegun melihat wanita-wanita yang berjuang di bawah langit malam nan hujan untuk bekerja dan kembali pulang ke rumah bersama keluarganya. Aku tersenyum, kemudian memacu sepeda motorku menjadi lebih cepat lagi karena hujan sudah semakin deras. Aku menghentikan sepeda motorku tepat di belakang angkutan umum yang penuh sesak berisi karyawan kantor yang baru pulang dari kota. Detik lampu merah hampir 2 menit, aku pun memperhatikan lebih lama isi dari angkutan yang di dominasi oleh wanita dan ibu-ibu. Aku pun mulai tersenyum lebar dan merasakan sesuatu yang hangat jatuh di pipiku. Entahlah, sesuatu seperti kilat menyambarku dan membuat aku tersenyum haru. Memoriku kembali ke 10 tahun yang lalu, dimana satu-satunya ksatria tanpa kuda yang aku miliki adalah salah satu penumpang wanita di dalam angkutan yang sesak itu. Di tengah hujan malam, berkilo-kilo meter berjalan seorang diri tanpa seorang pelindung untuk kembali ke rumah beristirahat dengan keluarga yang menantikannya pulang.  Untuk para ksatria tanpa kuda aku sungguh mengaggumi peluh dan air mata yang kalian rasakan. Keringat yang mengalir tanpa henti, berjuang melawan kerasnya kenyataan. Karena tidak sedikit yang lari dan mencari keagungan hidup dengan cara yang tak patut.

Dedicated to all single mother or single fighter, all woman, all man, who don’t have a privilege of life but have to stand up and carry the burden on their self with honorable.

by. nathdeam

Advertisements

DETIK

Saat menit telah habis detik akan mengganti

Detik tak hanya sosok  angka dan waktu

Namun detik adalah sebuah rongga

Rongga yang semakin lama membesar ketika kita lewati begitu saja

Ya.

Ketika detik menjadi menit dan menit menjadi jam dan jam menjadi hari

Masalah besar akan datang.

Apa yang kau lakukan? Apa yang kita lakukan?

Apa yang telah kalian perbuat kepada diri sendiri?

Apa yang telah kalian perbuat kepada makhluk lain?

Detik kini tidak lagi menjadi kasat

Membawa kita kepada masa depan tak ada bentang perubahan

Detik kini menjadi saksi mata akan manusia yang buruk rupa

 

 

by. nathdeam

 

 

RASA

Hilang dan kembali.

Bagai kabut mengganti embun pagi.

Entah apa itu rasa.

Menyentuh tiada gemuruh.

Menjauh hati mengeluh.

Rasa yang tak pergi namun menghilang.

 

by. Nathdeam

 

 

 

RUANG

Bersama dalam satu udara.

Satu nafas satu hasrat dan satu makna.

Namun berpisah dalam laku dan ucap.

Membentuk jurang tak berbukit.

Menyisakan celah tak bercahaya.

Menciptakan ruang dalam sembunyi.

Menunggu pagi hingga datang mentari.

 

by. nathdeam

SERAJUT KISAH

Serajut Kisah Dua Insan Manusia

Memulai Bicara Tanpa Suara

Berharap Pada Setitik Asa

Menyiratkan Hadirnya Rasa

 

Serajut Kisah Dua Insan Manusia

Menyatukan Antara Aku dan Dia

Menyerukan Kebahagiaan Wanita

Menyelimuti Kerinduan Jiwa


Serajut Kisah Dua Insan Manusia

Tak Sangka Aku – Dia Bersama

Terbakar Api Menjadi Jelaga

Terhempas Menuju Nirwana

 

Serajut Kisah Dua Insan Manusia

Terpisah Oleh Pandangan Mata

Menanti Waktu Kembali Bersama

Berdua Hingga Telah Habis Usia

 

by. nathdeam

MATAHARI

Ketika Fajar Berganti Dengan Malam….

Meski Aku Tidak Bisa Melihat Sang Surya…

Tak Mengapa..

Ku Tersadar Apa Arti Dirinya Bila Tidak Menyinari Hati Ini?

Ketika Matahari Yang Ku Miliki Pergi, Layu Lah Seluruh Jiwa dan Raga…

Ketika Matahari Yang Ku Miliki Meredup, Menggelapkan Jiwaku Seperti Tak Hidup…

Meskipun Matahariku Menusuk Kulit Menyilaukan Mata dan Memanggang Tubuh Ini..

Aku Tetap Ingin Bersama Dengan Matahariku Yang Menerangiku Di Lembah Pilu…

Jangan Pergi Matahariku Tetaplah Bersamaku Sampai Saat Kita Kan Bertemu Di Kehidupan Kekal…

Ku Hanya Ingin Memilikimu..

Meski Seringkali Aku Membuatmu Lelah, Putus Asa dan Membenciku Namun Aku Hanya Ingin Kamu Tahu..

Kamulah Nyawaku…

 

by. nathdeam

TERBAKAR

Ingat kah kau setahun yang lalu?

Aku dan kamu bertemu di antara ribuan manusia yang ada dalam ruang itu.

Ruang yang mempertemukan kita untuk saling menegur hati dan rasa.

Mempertaruhkan semua untuk dapat saling mencinta.

Ketika itu semua menjadi indah, kau menjadi irama dalam lantunan hidupku.

Terbayangkan aku selalu oleh suaramu menemani kehangatan di dalam batinku.

Semua begitu indah..

Hingga aku tak dapat merasakan percikan api yang sering kau hembus.

Ya, api. Api itu meletup-letup kecil di tubuhku. Panas. Perih. Aku meradang.

Dengan sabar aku coba memahaminya,  memadamkan percikan api yang bisa melukaiku.

Aku memang bukan seorang batara, aku bukan seorang yang sempurna, yang mengerti bagaimana caranya mencinta.

Aku bukanlah dia atau mereka yang mengiris jantungmu. Aku adalah aku.

Setahun berlalu..kau dan aku.. kita berhasrat sama.. bernafsu dalam menjalin untaian kisah berdua.

Dalam tarian lidah menyunting halaman demi halaman yang berlalu.

Mengungkap janji mencoba lari dari separasi yang menghantui nyali.

Namun janji-janji rapuh terbakar dibalik lidah tumpul yang tak bertulang. Mengikis rasa

yang menjadi nyawa dalam jutaan kata rindu dan sayang.

Aku terluka kau terluka oleh tutur pedih yang menjadi debu melayang memejam mata

mengalir kristal bening tak terkira jumlahnya.

Kita terbakar oleh sebuah filantropi asmara, terbakar karena kasih sempurna, terbakar karena ego manusia.

Aku tak ingin aku dan kamu semakin terbakar.

Aku tak ingin aku dan kamu terbakar untuk berjuta kalinya.

Ketika kata menyunting cerita lelah memaksa hati mencoba kembali.

Mencoba untuk tetap berada dalam sebuah ikatan janji.

by. nathdeam

MERETAS HENING

Ketika kata tak lagi berucap dan mulut tak lagi bicara

Hanya ada rindu kian memuncak diantara sepi

Membuat ramainya sekeliling hanya terasa sunyi

Begitu lelah diri ini untuk selalu mencoba

 

Mungkin aku tak akan bisa melihatnya kembali

Mungkin aku harus menjadi yang dulu

Seseorang yang tak pernah peduli dengan hati

Seseorang yang melangkah tanpa ragu

 

Berhenti mengejar bayang yang bahkan tidak bertuan

Entah kemana aku harus berjalan lagi

Semakin merana dalam hening sang tuan

Menunggu kembali suara dalam peranti

 

Ku hampiri sang tuan ku coba meretas hening

Begitu besar kepedihan yang terurai

Begitu dalam sesal hati membuntang

Begitu berat harus mengakui

Kala semua telah usai

 

by. nathdeam

 

*copy dari tulisan yang sudah ada di blog sebelumnya

MENYEKA MEMORI

Masih ingatkah beberapa waktu lalu

Disaat berdua bagai dua samudera menyatu

Ketika seiring jiwa dan raga melangkah bersama

Mengarungi masa-masa dengan perahu lama

 

Masih ingatkah beberapa waktu lalu

Ketika cakra kehidupan mempertemukan kita

Disaat bulan dan matahari tak lagi ada

Kau dan aku akan tetap ada selalu

 

Terlampau perih sakit yang kau beri

Membuat bibir ini harus berkata benci

Cukuplah aku tahu kau bukan lah yang sejati

Layaknya ikhwan tak kan tega menyakiti

 

Aku lelah aku sangat lelah

Aku lelah merasa sangat bodoh

Tak ada lagi yang tersisa

Semua akan lenyap oleh usia

 

by. nathdeam

 

*ubahan dari tulisan sebelumnya

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑